13.39.00
_bintang yang ku tunjuk
cahayanya perlahan berubah kelam
hancur jatuh berantakan
padahal belum sempat ku utarakan sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya
_taman langit seolah suram
petang tak benderang tak membuat hatiku berteman.,
_bintang hati telah lebur terganti
namun tiada arti
sajak ku suram tak ada setitik terang
_mungkin inikah akhir cerita cinta
_di tengah malam terhias purnama
_menyatu dalam angin melantun pilu
_purnama itu terluka,
_bercucur air mata di tahan dengan senyum sayup
_merekat dengan cinta dalam pertemuan
-di iringi sepatah kata
“ini yang terbaik” bisikmu
_daun menari sendu angin melantun pilu perpisahan memang harus tercipta
_malam merapat pulang
di tengah sesal jalan ku kini terkikis kelam.
Label: puisi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar